Kantin Cloud Untuk Memudahkan Pelanggan & Mitra

Kantin Cloud hadir di penghujung tahun 2019, ketika itu banyak kedai dan restoran sedang bersaing untuk menjadi tempat yang paling instagramable atau tempat enak untuk nongkrong dan bersosialisasi. Kantin Cloud menghadirkan perbedaan karena tidak mau terbawa arus yang mengharuskan untuk mengikuti trend.

Kantin Cloud menyadari tidak sedikit kedai atau tempat makan yang sudah mengeluarkan banyak modal untuk mencoba menjadi instagramable namun kehabisan nafas untuk modal operasional dan marketing. Sehingga mereka dalam waktu hitungan bulan sudah banyak yang tutup jika tidak mampu mendatangkan pelanggan minimal 20 pelanggan per hari.

Kini dengan adanya wabah pandemi global Corona Virus Disease 2019 atau #CoViD19 yang telah menyebar hingga kasus terkontaminasi sebanyak 425,323 masyarakat dunia dengan penyebaran cepat karena dapat menyebar dari manusia ke manusia, membuat banyak negara menganjurkan warganya untuk membatasi interaksi sosial atau membatasi bertemu fisik. Dan manusia pun selalu mampu untuk beradaptasi terhadap pengaruh lingkungannya dengan cepat, dengan menyuarakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Bekerja Bisa Darimana Saja

Sejak 1 dekade terakhir memang bekerja darimana saja itu sudah bisa dilakukan, namun tidak banyak yang melakukannya karena tidak ada keharusan atau pantangan untuk melakukan pekerjaan dimana saja. Memang banyak kategori pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan secara online atau virtual, namun untuk pekerjaan yang bisa dikerjakan online tidak banyak yang melakukannya.

Seperti meeting, belajar maupun pesan makanan. Bahkan ada anggapan sebuah kedai atau tempat makan yang baik adalah yang instagramable. Namun lupa esensi nya, yakni perihal rasa, harga dan higienis atau secara kesimpulannya kualitas. Bahkan ada yang bela-belain antri lama hanya untuk bisa bikin status di media sosialnya dan tidak keberatan harga dan rasa masakannya yang biasa-biasa saja.

Kantin Cloud Memberi Solusi

Kantin Cloud sebagai tempat inkubasi perkembangan usaha UMKM di era online dengan merek dagang mereka masing-masing. Karena sebagai kawah candradimuka untuk mempersiapkan usaha para Mitra dalam melayani dengan menjaga kualitas dan higienis dan dengan pemaasran yang tepat.

Di Kantin Cloud Badi Go (Bangun Digdaya Go) melihat ada sebuah kesempatan untuk memberikan alternatif atau bahkan solusi terhadap trend yang terjadi. Tidak perlu mengeluarkan modal besar-besaran untuk mengubah tempat supaya instagramable, namun kami memberikan tempat bagi UMKM yang terpilih untuk melayani dengan kualitas terbaiknya dengan mengutamakan higienis.

Dengan tagline #KantinCloud #Bungkus saja, memberikan banyak efisiensi di era ekonomi sosial dan ekonomi berbagi. Bahkan kami menggabungkan bisnis ekosistem dengan kekuatan digital ekosistem yang sedang terjadi seperti gambar di bawah ini:

Kantin Cloud Menggabungkan 8 Dimensi Ekosistem Bisnis Dengan Digital Ekosistem Untuk Memberi Solusi Usaha Mitra UMKM.

Dengan kekuatan inovasi dan kualitas UMKM Indonesia, Kantin Cloud menjawab delapan dimensi bisnis ekosistem. Karena bisnis yang baik adalah yang mampu menjawab tantangan bisnis offline dulu sebelum menjadi usaha berbasis online.

Strategi

Pengalaman dan jejak profesional co-founder Bangun Digdaya untuk melahirkan Badi Go Kantin Cloud, memberikan visi strategi yang tepat dan jitu untuk memberikan solusi dan alternatif dibidang layanan makan dan minum ini. Mitra Badi Go pun tidak asal pilih, mitra kami adalah UMKM yang telah berpengalaman lebih dari 2 tahun mengelola produknya.

Karena tantangan membuka cabang diperlukan modal besar, Bangun Digdaya bekerjasama dengan pemilik properti untuk membuat Badi Go Kantin Cloud yang mengutamakan #bungkus atau take-away. Dengan bantuan layanan hantar online seperti GoFood dan GrabFood, maka kami bisa membantu UMKM berkualitas semakin luas pasarnya.

Keterbukaan

Kantin Cloud menerima semua mitra UMKM yang mau maju bersama dan berkembang bersama. Karena dengan ekonomi berbagi dan ekonomi sosial, semua tantangan bisa ditempuh dan kita maju sukses bersama.

Partisipasi Berbagai Pihak

Kantin Cloud yang berawal dari sebuah kesadaran untuk membantu UMKM semakin berjaya dan sejahtera, bekerjasama dengan partisipasi berbagai pihak, seperti pembimbing UMKM, komunitas UMKM, UMKMnya sendiri dan bahkan dengan pemilik properti, bersama-sama dengan semangat ekonomi sosial dan ekonomi berbagi untuk saling mensejahterakan.

Menghubungkan

Kantin Cloud berhasil menghubungkan Mitra UMKM dengan pasar baru sejauh radius 5 Kilometer dari lokasi. Karena banyak promo dari hantaran online hanya mampu menjangkau 5 Kilometer, hal ini memberi peluang kepada Bangun Digdaya dan Badi Go untuk membangun kerjasama dengan pemilik properti pasif agar digunakan asetnya demi membangun perkembangan UMKM yang telah membantu PDB Indonesia sebanyak 63% di tahun 2019 dan akan semakin tumbuh. Apalagi dengan batasan interaksi sosial, maka peluang semakin terbuka.

Nilai Pertumbuhan

Sebagaimana disebutkan bahwa perkembangan UMKM telah sangat berkembang dan makin terus berkembang karena telah menyumbangkan Pendapatan Domestik Bruto Indonesia yang diproyeksikan tumbuh lebih dari 5%. Dan dibantu dengan kemudahan potongan pajak UMKM yang kurang dari 0,5% akan semakin membantu perkembangan mereka.

Industri Kreatif

UMKM mempunyai industri yang kreatif sehingga mereka sangat cekatan dalam memahami kemauan pasar. Baik dari segi varian maupun harga, UMKM benar-benar mengerti kemampuan pasar sehingga Kantin Cloud dengan mudah mengkampanyekan produk-produk mereka di Badi Go Kantin Cloud ini.

Kesulitan Dasar

Kesulitan dasar para mitra UMKM lebih kepada kemampuan dasar dalam mengelola usaha mereka secara konsisten dan tantangan seperti legal, pembukuan, pemasaran dan tenaga kerja. Kantin Cloud memahami itu, maka dengan bantuan para pembimbing UMKM di satu atap dengan intens, maka perkembangan usaha para mitra akan semakin mudah di evaluasi. Para Mitra Kantin Cloud Badi Go pun bisa menerapkan pengetahuan yang mereka dapat ketika inkubasi bersama kami untuk usaha mereka di cabang mereka lainnya.

Teknologi Tepat Guna

Penerapan teknologi yang sesuai pada era saat ini adalah menggunakan teknologi digital. Saat ini Kantin Cloud menjadi tempat inkubasi Mitra UMKM dalam satu tempat. Dengan memberi pelatihan dan bimbingan untuk bisa digdaya di era online. Dengan menggunakan fitur online yang sudah ada ketimbang membuat baru atau memaksimalkan aplikasi yang sudah ada secara tepat guna. Antara lain sebagai berikut:

  • Menggunakan Google Bisnisku untuk mengumpulkan ulasan-ulasan
  • Menggunakan GoFood dan GrabFood untuk layanan jasa antar ke pelanggan
  • Menggunakan SEO dan SEM dalam memperkenalkan para mitra kepada pelanggan disekitar
  • Menggunakan live stream dalam melakukan aktifitas sosial untuk masyarakat sekitar.
  • Tahap pengembangan dari Bangun Digdaya, untuk memetakan lokasi dan kondisi UMKM agar kita paham kebutuhan UMKM di sekitar kita

Kami sadar konsep Kantin Cloud sangat mudah diadaptasi oleh siapa saja, namun pelaksanaan nya akan berbeda karena tim Kantin Cloud telah berpengalaman secara profesional dalam bidang online dan pembinaan UMKM. Namun jika pada akhirnya Mitra UMKM semakin banyak pihak yang membantu, maka lebih baik begitu.

Pada akhirnya Kantin Cloud hanya sebuah awalan untuk membantu UMKM berkembang, membimbing dan mensejahterakan untuk lebih baik di era online dengan memaksimalkan fitur digital yang ada.

Terlebih di saat kerja dari rumah saat ini, belajar dari rumah namun jika ingin menikmati hidangan yang enak, murah dan higienis dari Mitra kami seperti Rumah Telor yang kreasi masakan terbuat dari telor, Takso Semar dengan dimsum jumbo nya dan Sate Padang Da Wan, yang rasanya pedas dan sedap dibandingkan Sate Padang yang Anda tahu, cobalah Kantin Cloud.

Please follow and like us:
Berbagi artikel ini yuk!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *